Roberto Mancini dan Jalan yang Belum Selesai

Roberto Mancini dan Jalan yang Belum Selesai – Roberto Mancini berhasil bawa Italia jadi juara Euro 2020 untuk kali ke-2 sejauh riwayat. Tetapi perjalanan Don Mancio bersama Azzurri belum selesai sampai di sana.

Rekam jejak pria kelahiran Jesi sebagai pelatih bisa disebut cukup terbang terbenam. Kadang dia terima beragam gelar tetapi seringkali juga kariernya cukup terganggu di beberapa club. Serangkaian keberhasilan Mancini sebagai pelatih datang bersama Fiorentina dan Lazio pada awal millennium dengan raih sepasang gelar Coppa Italia untuk masing-masing team di tahun 2000 dan 2003.

Saat dua gelar itu, gerbang menjadi satu diantara pelatih yang diakui di Italia mulai terpasang kepadanya. Dia sempat bawa Inter Milan berjaya dengan datangkan beragam gelar lokal untuk La Benamata dalam masa Situs Bola Tangkas Online Terbaik pertama pelatihannya pada tahun 2004-2008. Gelar untuk gelar yang datang di almari piala Inter sekaan memutuskan dahaga mereka yang pasang kering prestasi semenjak zaman millennium.

Sesudah Inter, Mancini berualang ke Inggris dengan membesut Manchester City pada 2009. Bisa disebut, pria 56 tahun jadi figur yang lakukan groundbreaking pada keberhasilan the Sky Blues di Inggris. Gelar pertama City saat revolusi panjang lahir dari tangan Mancini. Bersama Don Mancio, City menyuap beragam gelar prestis di ajang lokal dari tahun 2010 sampai 2012. Bahkan juga semenjak 2011 sampai ini hari, City tidak pernah sekali juga terlontar dari 4 besar.

Kebersama-samaan Mancini bersama City usai saat the Sky Blues kalah dari Wigan di final Piala FA pada 2012 kemarin. Dia dikeluarkan. Tetapi, dia tidak perlu waktu yang lama tuk tidak bekerja. Masalahnya Galatasaray menunjuk Don Mancio sebagai juru strategi mereka. Mentas di Galatasaray sebenarnya sebagai cara mundur untuk bekas pemain Sampdoria itu karena Super Lig Turki terang di bawah standard dua liga yang sempat dia jelajahi yaitu Serie A atau Premier League.

Mancini cuman satu tahun ada di Turki. Dia sempat sembahkan satu gelar Piala Turki. Prosentase kemenangan yang dia capai bersama team asal Istanbul berada di angka 52,17 % dari 46 pertandingan yang sudah dijalani. Sesudah penjelajahan singkat di Turki, Inter Milan panggilnya pulang.

Mancio yang digadang-gadang dapat memberinya sentuhan ke-2 nya untuk team kenyataannya tidak sanggup banyak berbuat. Inter tidak sanggup dibawa raih gelar dalam waktu 2014-2016 kemarin. Ketidak berhasilan Agen Bola Tangkas Online Mancini mengusung team seolah menajdi bintik kotor dalam karier pelatihannya. Saat Inter, Mancini kembali menghancurkan popularitasnya dengan terima pinangan Zenit st Petersburg yang mentas di Russian Premier League. Satu kali lagi, dia cuman bertahan satu musim dan memutuskan pisah baik dengan salah satunya raksasa Liga Rusia itu.

Italia dan Kembalinya Kemasyhuran

2 bulan saat pisah dari Zenith, seara mengagetkan, Tim nasional Italia umumkan Mancini sebagai nahkoda baru mereka saat ketidakberhasilan yang dicapai Negeri Pizza mentas di Piala Dunia 2018 lalu di bawah kepepimpinan Gian Piero Ventura. Pertandingan kiprahnya bersama Tim nasional usai manis saat menundukan Arab Saudi 2-1 di pertandingan Internasional. Mancini juga dikasih pekerjaan untuk loloskan Italia ke Euro 2020.

Saat sebelum kompetisi empat tahunan itu diawali, Italia mempunyai catatan yang fenomenal bersama Mancini. Pelatih kelahiran 1964 sanggup antar Italia pecahkan rekor yang dibikin oleh pelatih legendaris Vittorio Pozzo pada 1938 dan 1939 dengan menyuap enam kemenangan berturut-turut. Bahkan juga di set kwalifikasi, Italia jadi team yang tidak pernah kalah dengan menyuap 10 kemenangan.

Dengan catatan bagus itu, menunjuk Italia sebagai calon kuat calon peraup gelar di Euro 2020 semakin lebar terbuka. Di sejauh kompetisi, juara empat Piala Dunia sanggup sapu bersih semua pertandingan dengan kemenangan, terhitung menang atas Inggris di partai terakhir pada Senin (12/7) pagi hari. Keseluruhan, semenjak 2018 lalu, Azzurri sanggup menyuap keseluruhan 34 pertandingan tanpa sekalinya terjamah kekalahan!

Catatan bagus itu membuat Mancini catatannya sendiri. Saat masih aktif bermain Agen Bola Terpercaya, dia tidak pernah menyembahkan satu juga gelar untuk Italia. Sekarang, dengan dicapainya gelar pertama sebagai pelatih timnas, Mancini seolah harus menunjukkan bila perjalanannya masihlah jauh dari kata usai.

Kontrak Don Mancio bersama Azzuri akan selesai pada 2026 lalu. Maknanya, dia masih mempunyai peluang untuk kembali menunjukkan diri di dua kompetisi besar yaitu Piala Dunia 2022 dan Euro 2024 kedepan. Peluang Italia untuk selalu bicara banyak di bawah Mancio masih lebar terbuka ingat tidak ada satu juga team dari Eropa yang sanggup melumpuhkan cara mereka semenjak 2018 kemarin.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *